Tiada
keberuntungan yang sangat besar dalam hidup ini, kecuali orang yang tidak
memiliki sandaran, selain bersandar kepada Allah. Dengan meyakini bahwa memang
Allah-lah yang menguasai segala-galanya, mutlak, tidak ada satu celah pun yang
luput dari kekuasaan Allah, tidak ada satu noktah sekecil apapun yang luput
dari genggaman Allah. Total, sempurna segala-galanya Allah yang membuat, Allah
yang mengurus, Allah yang menguasai Adapun kita, manusia, diberi kebebasan
untuk memilih, "Faalhamaha fujuu rahaa wa takwahaa", "Dan sudah
diilhamkan dihati kita untuk mau berbuat memilih mana kebaikan, mana keburukan
" (QS. Asy Syamsi 91:8)
Potensi baik dan potensi buruk telah diberikan kepada kita tingga kita
memilih mana yang akan kita kembangkan dalam hidup ini. Oleh karena itu, jangan
salahkan siapapun andaikata kita termasuk orang yang berkelakuan buruk dan
terpuruk, bukan karena salah siapapun, kecuali diri kitalah yang memilih
menjadi buruk dan terburuk, naudzubillah.
Sedangkan keberuntungan bagi
orang-orang yang bersandarnya hanya kepada Allah mengakibatkan dunia ini, atau
siapapun, terlampau kecil untuk menjadi sandaran baginya. Perhatikan saja,
seseorang yang bersandar pada sebuah tiang akan sangat takut tiangnya diambil,
karena dia akan segera terguling, akan jatuh terpelanting. Bersandar kepada
sebuah kursi,dia akan sangat takut kursinya diambil.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar